Alamat Kantor Kami

Perum Pankis Griya - Rumah No. 1

Jl. Pakis Raya, RT.01 RW.06,

Jepang Pakis, Jati, Kudus,

Jawa Tengah, Indonesia - 59342

Telepon: 0291-3339181

 

Jam Kerja

Senin-Sabtu, pukul 08:00-16:00 WIB

Sebelum datang, telepon dulu.

 

Staf Admin 1 - Dewi

082223338771 / 085712999771

bagianpemesanan@gmail.com

Yahoo! Messenger

 

Staf Admin 2 - Fahri

082223338772

spiritualpower88@gmail.com

Yahoo! Messenger

 

 

Praktek Supranatural Resmi

Terdaftar di Dinas Kesehatan & Kejaksaan Negeri (KEJARI)

STPT DINKES: 445/515/04.05/2012

KEJARI: B-18/0.3.18/DSP.5/12/2011

Lihat Bukti Legalitas - Klik Disini

 

Peran Guru Dalam Mempelajari Ilmu Hikmah

 

Seiring berkembangnya dunia percetakan, sekarang ini banyak beredar buku-buku spiritual seperti Mujarobat yang banyak mengajarkan ilmu hikmah atau amalan-amalan spiritual tertentu. Banyak juga beredar berbagai buku terjemahan dari kitab-kitab Ilmu Hikmah berbahasa Arab. Dahulu, hanya kalangan pesantren yang bisa dengan mengakses ajaran ilmu hikmah, itupun setelah melalui seleksi ketat dari sang guru. Namun sekarang, ajaran ilmu hikmah sudah seperti ilmu-ilmu lainnya yang bisa Anda baca dari buku yang beredar bebas di toko buku.

 

Apakah kondisi ini mempermudah kita dalam mempelajari Ilmu Hikmah? Kenyataannya tidak demikian. Fakta di lapangan membuktikan, Ilmu Hikmah berbeda dengan pengetahuan umum yang bisa Anda pelajari hanya dengan membaca buku. Karena dalam ilmu hikmah ada faktor “berkah” yang sulit Anda dapatkan apabila Anda belajar sendiri.

 

Seseorang mungkin bisa mengamalkan sendiri Ilmu Hikmah yang dibacanya dari sebuah buku, namun belum tentu dia bisa mendapatkan keberkahan dari amalannya. Dengan kata lain, amalannya menjadi sia-sia karena tidak ada keberkahan di dalamnya. Oleh karena itu, peran guru sebagai pembimbing dan “penyalur” berkah menjadi sangat penting dalam mempelajari Ilmu Hikmah atau ilmu spiritual lainnya.

 

Dalam tradisi spiritual, peran seorang  guru merupakan syarat penting untuk mencapai tahapan-tahapan menuju puncak spiritual. Mungkin ada kalangan yang berpendapat, bahwa Ilmu Hikmah atau ilmu spiritual adalah jalan yang bisa ditempuh secara mandiri tanpa bantuan orang lain. Ada kalangan yang merasa mampu menembus jalan spiritual yang penuh dengan rahasia menurut metode dan cara mereka sendiri, bahkan dengan mengandalkan pengetahuan yang selama ini mereka dapatkan dari membaca buku atau kitab. Ada juga yang berpendapat bahwa ajaran spiritual bisa ditempuh tanpa bimbingan seorang guru yang telah lebih dulu memahami Ilmu Hikmah.

 

Pandangan demikian hanya layak secara teoritis belaka. Tetapi dalam praktek spiritual, terutama Ilmu Hikmah, hampir bisa dipastikan, bahwa mereka yang menempuh jalannya sendiri hanya meraih kegagalan spiritual. Bukti-bukti historis akan kegagalan spiritual tersebut telah dibuktikan oleh para ulama sendiri yang mencoba menempuh jalan spiritualnya tanpa menggunakan bimbingan dari seorang Guru.

 

Contohnya, Para ulama besar sufi, seperti Ibnu Athaillah as-Sakandari, Sulthanul Ulama Izzuddin Ibnu Abdis Salam, Syeikh Abdul Wahab asy-Sya’rani, dan Hujjatul Islam Abu Hamid Al-Ghazali yang mencoba mempelajari ilmu spiritual sendiri tanpa bimbingan guru, akhirnya harus menyerah pada pengembaraannya sendiri, bahwa dalam proses menuju kepada keberkahan Allah tetap membutuhkan seorang Guru Pembimbing.

 

Masing-masing ulama besar tersebut memberikan kesaksian, bahwa seorang dengan kehebatan ilmu agamanya atau kecerdasan otaknya, tidak akan mampu menempuh jalan spiritual, kecuali atas bimbingan seorang guru yang berpengalaman. Sebab pengetahuan dan kecerdasan, seluas apa pun, hanyalah “dunia ilmu”, yang hakikatnya lahir dari amaliah. Sementara, dalam Ilmu Hikmah, kita membahas hal-hal yang bersifat kejiwaan, perasaan dan keberkahan yang tidak bisa dinilai dengan pengetahuan duniawi.

 

Ilmu Hikmah tidak bisa begitu saja ditempuh begitu saja dengan mengandalkan pengetahuan akal rasional. Sebab, dalam ajaran Ilmu Hikmah, mereka yang menempuh jalan spiritual tanpa bimbingan seorang guru, tidak akan mampu membedakan mana (bisikan-bisikan lembut) yang datang dari Allah, dari malaikat atau dari syetan dan bahkan dari jin yang hendak melakukan tipu daya. Di sinilah jebakan-jebakan yang sering dilalui oleh pengamal Ilmu Hikmah. Oleh sebab itu ada kalam sufi yang sangat terkenal: “Barangsiapa menempuh jalan Allah tanpa disertai seorang guru, maka gurunya adalah syetan”.

 

Oleh sebab itu, seorang ulama atau seorang cendekiawan pun tetap membutuhkan seorang Guru Spiritual, walaupun secara lahiriah pengetahuan yang dimiliki oleh sang ulama tadi lebih tinggi dibanding sang Guru Spiritualnya. Namun bisa jadi, meskipun Guru Spiritual bukanlah orang yang cendekia atau bukan orang yang punya banyak pengetahuan, tetapi dalam hal ketuhanan, soal batiniah dan hal-hal yang menyangkut kejiwaan, sang Guru Spiritual lebih menguasainya.

 

Seorang guru memiliki peran yang sangat penting. Karena Ilmu Hikmah bukan ilmu logika seperti yang kita pelajari di dibangku sekolah, yang mana cukup Anda pahami dan Anda mampu mengerjakan soal tertulis, maka Anda disebut sudah menguasai ilmu. Berbeda, Ilmu Hikmah tidak cukup hanya dimengerti dan dipahami oleh akal pikiran. Tetapi juga harus bisa merasakan keberkahannya. Disinilah peran seorang guru bisa memberikan petunjuk agar kita mampu memahami dan merasakan keberkahan dari amalan yang kita lakukan.

 

Mempelajari Ilmu Hikmah berhubungan dengan batin dan kejiwaan. Segala sesuatunya mungkin masih samar bagi kita, jadi perlu pembimbing yang bisa menuntun agar tidak tersesat dan tidak merusak akidah agama. Sebab yang ingin diraih dari belajar Ilmu Hikmah bukan sekedar kesaktian duniawi, tapi mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT.

 

Belajar ilmu spiritual atau Ilmu Hikmah tanpa guru adalah bentuk Kesombongan dan Keangkuhan pribadi. Anda perhatikan perjalanan hidup para orang-orang alim sebelum Anda, para guru, ulama, para syekh, mursyid, para Nabi dan Rasul. Semua dibimbing oleh seorang guru.

 

Nabi Muhammad SAW dituntun Allah SWT melalui Malaikat Jibril. Nabi Musa as dibimbing oleh Nabi Khidir as. Para sahabat dibimbing oleh Nabi SAW. Para WaliAllah dibimbing oleh Guru-guru spiritual pendahulunya, contohnya (walisonggo) Sunan Kalijaga dibimbing oleh Sunan Bonang. Sunan Bonang pun dibimbing oleh Guru sebelumnya. Syech Ibn Qoyyim Al Jauziyah berguru kepada Syaikhul Islam Ibn Taimiyah selama 16 tahun. Masih banyak contoh yang lain. Mereka semua bisa mencapai derajat spiritual yang tinggi seperti itu, tak pernah lepas dari bimbingan seorang Guru. Karena guru membawa keberkahan dalam menjalani ilmu spiritual.

 

Dengan belajar dari seorang Guru, perjalanan kita dalam mendalami Ilmu Hikmah menjadi lebih lencar. Berbagai kendala yang terjadi selama belajar ilmu bisa dikonsultasikan kepada sang Guru. Oleh karena itu, apabila Anda hendak mendalami Ilmu Hikmah, carilah seorang guru yang benar-benar siap membimbing Anda.

 

Memang di dunia yang  semakin ramai seperti sekarang ini, terutama bagi orang-orang kota yang sibuk, mencari guru spiritual adalah hal yang sulit. Kalaupun ada guru spiritual, mungkin waktu dan kesempatan menjadi kendala untuk belajar Ilmu Hikmah secara langsung dengan cara hadir di pengajian / di pesantren. Oleh karena itu, Ustadz Masrukhan mendirikan Pusat Pengajaran Ilmu Hikmah Online yang menjadi solusi bagi orang-orang yang ingin mendapatkan bimbingan dalam belajar Ilmu Hikmah, namun tidak punya kesempatan untuk bertemu dengan guru secara langsung.

 

Perkembangan teknologi komunikasi telah memberi berbagai kemudahan. Termasuk dalam hal mempelajari Ilmu Hikmah. Sekarang sudah banyak bermunculan kursus atau kuliah yang diselenggarakan secara online lewat media internet. Dan sekarang adalah saatnya bimbingan Ilmu Hikmah pun bisa diberikan secara jarak jauh melalui media surat, email ataupun telepon. Sentuhan teknologi pada proses pembelajarn Ilmu Hikmah ini, insya Allah tidak mengurangi kadar keberkahan dari ilmu yang dipelajari. Karena teknologi hanya sebagai sarana komunikasi. Sedangkan pada hakekatnya, Anda tetap belajar langsung dari seorang guru Ilmu Hikmah secara pribadi. Dan kalaupun suatu saat Anda punya kesempatan untuk berkunjung ke tempat kami, Anda pun bisa bertemu dengan Ustadz Masrukhan secara langsung.

 

CATATAN: Artikel ini ditulis oleh tim IlmuHikmah.Com yang tergabung dalam Asosiasi Parapsikologi Nusantara. Harap tidak copy-paste tulisan ini ke blog atau situs lain tanpa izin dari pihak IlmuHikmah.Com. Terimakasih atas kesadaran Anda untuk menghargai karya tulis orang lain. Semoga hidup Anda lebih berkah karena telah berbuat benar.